Senin, 19 Januari 2015

Makalah Mengelola Informasi dan Mencari Peluang di Lingkungan Pemasaran

MENGELOLA INFORMASI
DAN MENCARI PELUANG DI LINGKUNGAN PEMASARAN


Makalah ini diajukan untuk memenuhi
salah satu tugas pada mata kuliah Manajemen Pemasaran


Oleh:
Iin Wulandari Muslimat (2013054352)


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGGERANG
2015


KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahim
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran pada Jurusan Manajemem, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang Tanggerang.
Penyusun menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna, baik dalam segi materi maupun tata bahasa yang penyusun pergunakan. oleh karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat konstruktif untuk penyusunan makalah pada masa  yang akan datang.
Akhirnya, semoga makalah yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua pada umumnya, dan bagi penyusun pada khususnya. Aamiin.


Penyusun


  
BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Informasi adalah bahan dasar pengambilan keputusan dalam kegiatan pemasaran. Informasi bagi usaha kecil dikelola dengan mudah, sederhana dan informal, sehingga usaha kecil sering tidak memiliki unit kerja yang mengelola informasi bagi dalam pengumpulan, pengolahan maupun distribusi. Semakin besar dan komplek perusahaan ditambah dengan meningkatnya persaingan dan perubahan lingkungan, semakin meningkatkan kebutuhan sistem informasi yang lebih formal dan sistematis.
Pemasaran merupakan bagian fungsi yang lebih berurusan dengan pelanggan dibandingkan fungsi bisnis lainya. Berdasarakn definisi klasik pemasaran merupakan kemampuan atau kegiatan dari aktivitas bisnis yang mengarahkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Namun dengan perkembangan zaman, khususnya di era modern ini, pemasaran telah mengalami evolusi yang bukan hanya sekedar pada kegiatan untuk menyalurkan barang dari tangan produsen ke konsumen. Menurut konsep modern saat ini, pemasaran pada intinya adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain. Penyaluran nilai dan kepuasan merupakan target utama bagi seorang manajer pemasaran. Dalam hal ini seorang manajer harus mampu memberikan keunggulan dalam produk mereka untuk bisa diterima oleh pelanggan, namun seorang manajer pemasaran tersebut harus dituntut untuk menggunakan sumber daya perusahaan seefektif mungkin. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajer tersebut. Lain halnya dengan tuntutan-tuntutan lain yang dibebankan pada manajer pemasaran yang biasanya datang dari luar manajemen pemasaran itu sendiri. Hal ini biasanya datang dari lingkungan yang disebut Lingkungan Pemasaran yang secara bersamaan memberikan tantangan dan peluang secara bersamaan.
Dari tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh lingkungan pemasaran, maka manajer pemasaran dan bawahanya harus mampu menghadapinya secara bersamaan. Dalam kondisi yang demikian, manajer harus mampu memberikan nilai dan memenuhi kepuasan bagi pelangganya. Hal-hal yang diberikan pada tersebut merupakan keunggulan yang harus terus-menerus bisa dipertahankan. Keunggulan-keunggulan tersebut bersumber dari bagaimana manajemen pemasaran mampu mendapatkan informasi serta mengolah informasi tersebut mampu dijadikan menjadi aset strategis dan alat pemasaran yang penting. Maka dari itu dibutuhkanlah kecermatan dalam Mengelola Informasi Pemasaran dalam manajemen pemasaran.
Pengembangan dan pengimplementasian rencana pemasaran memerlukan sejumlah keputusan. Pengambilan keputusan tersebut merupakan seni sekaligus ilmu. Untuk memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi pengambilan keputusan pemasaran, perusahaan harus memiliki informasi terbaru yang komperhensif tentang tren makro, juga tentang efek mikro tertentu bagi bisnis mereka. Pemasar holistik menyadari bahwa lingkungan pemasarn senantiasa menampilkan peluang dan ancaman baru, dan mereka memahami asrti penting pengamatan dan penyesuaian berkelanjutan terhadap lingkungan tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan penguraian latar belakang diatas, ada beberapa masalah-masalah pokok yang timbul, yaitu:
1.  Apa komponen sistem informasi pemasaran modern?
2.  Apa catatan internal yang bermanfaat?
3.  Apa yang dilibatkan dalam sistem intelejensi pemasaran?
4.  Apa metode kunci untuk menelusuri dan mengidentifikasi peluang dalam lingkungan makro?
5.  Apa beberapa perkembangan lingkungan makro yang penting?

1.3  Tujuan Penulisan
Pembuatan makalah ini tidak hanya sebagai bentuk pertanggungjawab penulis sebagai mahasisiwa yang di amanahkan tugas, namun diharapkan agar dapat menyelesaikan beberapa masalah yang ada dalam lingkungan pemasaran dan dalam mengolah informasi pemasaran.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Lingkungan Pemasaran
Lingkungan  pemasaran  adalah  tempat di  mana  perusahaan harus memulai  usahanya  dalam mencari berbagai peluang  dan memonitor ancaman-ancamannya.  Lingkungan  pemasaran  terdiri dari   semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan  untuk melakukan  transaksi  secara efektif dengan pasar  sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru.
Selain itu dalam melakukan kegiatan pemasaran, suatu produsen harus memperhatikan lingkungan pemasarannya guna menentukan strategi yang tepat untuk memasarkan produknya sehingga pemasaran tersebut bisa berjalan dengan maksimal.

2.2  Komponen Sistem Informasi Pemasaran Modern
Meskipun setiap manajer dalam setiap organisasi harus meneliti lingkungan luar, tanggungjawab utama untuk mengidentifikasi perubahan pasar yang signiifikan terletak di bahu pemasar perusahaan/marketing company. Pemasar mempunyai dua keunggulan, yaitu mereka mempunyai metode disiplin untuk mengumpulkan informasi, dan mereka menghabiskan lebih lebih banyak waktu dibandingkan karyawan lainnya untuk berinteraksi dengan pelanggan dan meneliti persaingan serta perusahaan dan kelompok luar lainnya. Meskipun beberapa perusahaan banyak yang telah memiliki sistem informasi pemasaran yang dapat menyediakan informasi yang cepat dan rinci bagi manajemen perusahaan, namun masih banyak perusahaan bisnis belum ahli dalam mengumpulkan informasi. Adapun permasalahan ini bermacam-macam, antara lain:
-   Banyak perusahaan yang belum mempunyai departemen riset pemasaran
      Mempunyai departemen riset pemasaran kecil namun tugasnya terbatas hanya pada penyusunan prakiraan rutin, analisis penjualan, dan survei untuk kejadian tertentu
      Banyak manajer yang mengeluh karena tidak tahu cara mendapatkan informasi penting
      Memperoleh terlalu banyak informasi yang tidak dapat digunakan dan terlalu sedikit informasi yang benar-benar dibutuhkan
      Terlambat mendapatkan informasi yang penting
      Meragukan akurasi informasi yang diterima.
Perusahaan yang memiliki informasi yang unggul menikmati keunggulan kompetitif. Mereka dapat memilih pasar mereka dengan lebih baik, dan melaksanakan perencanaan pemasaran yang lebih baik. Tugas perusahaan terhadap informasi yaitu harus mengelola dan mendistribusikan aliran informasi berkelanjutan bagi manajer pemasarannya, mempelajari kebutuhan informasi para manajernya dan merancang Sistem Informasi Pemasaran, MIS (Marketing Information System) untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sistem Informasi Pemasaran (SIP):
a. Terdiri dari orang-orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang dibutuhkan, tepat waktu, dan akurat bagi pengambil keputusan pemasaran
b.  Bergantung pada catatan internal perusahaan, kegiatan intelijen pemasaran, dan riset pemasaran
c.  Merupakan persilangan antara apa yang kira-kira dibutuhkan oleh manajer, apa yang benar-benar mereka butuhkan, dan apa yang benar-benar layak secara ekonomis

2.3  Catatan Internal dan Intelijensi Pemasaran
Manajer pemasaran mengandalkan laporan internal pesanan, penjualan, harga, biaya, tingkat persediaan, piutang, utang, dan seterusnya. Dengan menganalisis informasi ini, mereka dapat menemukan berbagai peluang dan masalah penting.
Siklus Pesanan-sampai-Pembayaran
Inti sistem pencatatan internal adalah siklus pesanan-sampai-pembayaran. Urutan siklus tersebut sebagai berikut:
1.  Perwakilan penjualan, penyalur, dan pelanggan mengirimkan pesanan ke perusahaan
2.  Departemen penjualan menyiapkan faktur penjualan dan mengirimkan salinannya ke berbagai departemen
3.  Jenis barang yang persediaannya habis akan dipesan kembali.
4. Jenis barang yang dikirim harus disertai dengan dokumen pengiriman dan dokumen penagihan yang juga dibuat rangkap dan diberikan ke berbagai departemen.
Sistem Informasi Pemasaran
Manajer pemasaran memerlukan laporan yang akurat dan tepat waktu mengenai penjualan terkini. Perusahaan harus menerjemahkan data penjualan secara hati-hati agar tidak menarik kesimpulan yang salah.
Database, Gudang Data, dan Penggalian Data
Perusahaan mengorganisir informasi ke dalam basis data mereka, kemudian basis data tersebut diklasifikasikan menurut klasifikasi tertentu. Klasifikasi ini nantinya digunakan untuk menilai pelanggan maupun hasil penjualan mereka, sehingga dapat digunakan guna mengatur strategi pemasaran selanjutnya.
Setelah data terorganisir, data tersebut dimasukkan (data warehousing) dalam gudang data, sehingga data itu mudah diakses oleh para pembuat keputusan. Dengan metode statistik, perusahaan dapat menggali data itu kembali sehingga dapat menghasilkan wawasan dan tinjauan mengenai evaluasi hasil penjualan di periode sebelumnya, sehingga perusahaan dapat mengetahui dengan lebih mudah mengenai produk dan pelanggan serta tenaga penjual.
Sistem Intelijen Pemasaran
Sistem catatan internal memberikan data hasil, tetapi sistem intelijen pemasaran memberikan data saat ini (happenings). Sistem intelijen pemasaran (marketing intelligence system) adalah kumpulan prosedur dan sumber daya yang digunakan manajer untuk mendapatkan informasi harian tentang berbagai perkembangan dalam lingkungan pemasaran. Sebuah perusahaan dapat mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan kualitas intelijen pemasarannya, dengan:
      Melatih dan memotivasi tenaga penjualan untuk menemukan dan melaporkan sejumlah perkembangan baru
      Memotivasi distributor, pengecer, dan perantara pemasaran lain untuk menyampaikan informasi intelijen yang penting
      Membentuk jaringan eksternal
      Membentuk panel penasehat pelanggan
      Memanfaatkan sumber daya data pemerintah
      Membeli informasi dari pemasok luar
      Menggunakan sistem umpan balik pelanggan online untuk mengumpulkan intelijen kompetitif

2.4  Menganalisis Lingkungan Makro
Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang mampu mengenali dan merespons berbagai kebutuhan dan tren yang belum terpenuhi secara menguntungkan.
Kebutuhan dan Tren
Kita perlu membedakan antara fad, tren, dan megatren. Fad adalah sesuatu yang tidak dapat diperkirakan, berumur pendek, dan tanpa signifikansi sosial, ekonomi dan politik.  Tren adalah arah atau urutan kejadian yang mempunyai momentum dan durabilitas, lebih mudah diperkirakan, dan lebih berlangsung lama daripada fadMegatren adalah perubahan besar dalam bidang sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang lambat terbentuk, dan setelah terjadi, perubahan itu mempengaruhi kita untuk sementara waktu yang lama (antara tujuh dan sepuluh tahun, atau bahkan lebih lama).
Mengidentifikasi Kekuatan Utama
Perusahaan dan pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing dan publik, semuanya beroperasi dalam kekuatan dan tren lingkungan makro, yang semakin global, dan membentuk peluang dan menghadirkan ancaman. Kekuatan ini merepesentasikan “hal-hal yang tidak dapat dikendalikan” yang harus diamati dan harus direspons oleh perusahaan. Dalam gambaran global yang berubah cepat, perusahaan harus mengamati enam kekuatan utama yaitu demografi, ekonomi, sosial-budaya, alam, teknologi, dan politik-hukum. Kekuatan-kekuatan tersebut saling berinteraksi, oleh karena itu perusahaan harus memperhatikan interaksi tersebut, karena dapat menjadi dasar bagi peluang dan ancaman baru.

2.5  Lingkungan Demografis
Kekuatan demografis utama yang diamati pemasar adalah populasi, karena masyarakat adalah pembentuk pasar. populasi pembentuk pasar. Pemasar sangat tertarik pada ukuran dan tingkat pertumbuhan populasi di suatu kota, wilayah, dan negara; distribusi usia dan bauran etnis; tingkat pendidikan; pola rumah tangga; serta karakterisik dan gerakan regional.
Pertumbuhan Populasi Dunia
Ledakan populasi menjadi sumber kekhawatiran utama. Pertumbuhan populasi memberi implikasi besar pada bisnis. Populasi yang sedang tumbuh tidak serta merta menggambarkan bertumbuhnya pasar, kecuali pasar ini mempunyai daya beli yang cukup besar. Perusahaan yang menganalisis pasar mereka secara seksama dapat menemukan peluang besar.
Bauran Usia Populasi
Populasi nasional mempunyai bauran usia yang beragam. Populasi dapat dibagi menjadi enam kelompok usia yaitu anak-anak prasekolah, anak-anak usia sekolah, remaja, pemuda usia 20 sampai 40 tahun, dewasa paruh baya usia 40sampai 65 tahun, dan dewasa lanjut lanjut usia 65 tahun ke atas.
Beberapa pemasar ingin memfokuskan diri pada kohort (kelompok). Kohort (cohort) adalah kelompok individu yang lahir sepanjang periode yang sama dan menjalani hidup pada masa-masa yang sama. “Momen-momen penting” yang mereka alami ketika mereka dewasa tetap ada dalam diri mereka seumur hidup dan mempengaruhi nilai, preferensi, dan perilaku pembelian mereka.  
Pasar Etnis dan Pasar Lainnya
Negara-negara beragam suku dan rasnya. Kelompok etnis memiliki keinginan-keinginan khusus dan kebiasaan membeli tertentu. Perusahaan-perusahaan berjuang untuk memperbagus produk dan pemasaran mereka untuk menjangkau kelompok konsumen yang paling berpengaruh dan paling cepat pertumbuhannya. Namun para pemasar harus berhati-hati untuk tidak terlalu menyamaratakan sejumlah kelompok etnis.
Beberapa perusahaan makanan, pakaian, dan perabot telah mengarahkan produk dan promosi mereka pada satu atau lebih kelompok etnis. Tetapi pemasar harus berhati-hati untuk tidak melakukan generalisasi secara berlebihan. Dalam setiap kelompok etnis, ada konsumen yang cukup berbeda dari konsumen lainnya.
Kelompok Terdidik
Populasi di semua masyarakat dibagi menjadi lima kelompok pendidikan: kelompok tidak terdidik, tidak lulus SMA, lulus SMA, lulusan perguruan tinggi, dan tingkat profesional.
Pola Rumah Tangga
Rumah tangga tradisional terdiri dari suami, istri, dan anak-anak. Namun ada juga negara, misalnya Amerika Serikat, yang memiliki rumah tangga non-tradisi. Pemasar harus semakin memperhatikan kebutuhan khusus rumah tangga non-tradisi, karena mereka kini berkembang lebih pesat daripada rumah tangga tradisi, dan kebutuhan mereka akan produk sangatlah berbeda dengan yang dibutuhkan oleh rumah tangga tradisi.
Perubahan Geografis dalam Populasi
Orang yang tinggal di pinggiran kota lebih mengalami kehidupan santai, lebih banyak melakukan kegiatan di ruangan terbuka, dan mempunyai interaksi bertetangga yang lebih besar penghasilan yang lebih tinggi, dan keluarga yang lebih muda.

2.6  Lingkungan Makro Utama Lainnya
Kekuatan lingkungan makro utama lainnya sangat mempengaruhi peruntungan pemasar. Disini kita akan meninjau perkembangan dalam lingkungan ekonomi, sosial-budaya, alam, teknologi, dan politik-hukum.
Lingkungan Ekonomi
Daya beli yang tersedia dalam ekonomi tergantung pada penghasilan, harga, tabungan, utang, dan ketersediaan kredit saat ini. Pemasar harus memperhatikan tren yang mempengaruhi daya beli, karena tren tersebut bisa memberikan pengaruh kuat pada bisnis, terutama untuk perusahaan yang produknya ditujukan kepada konsumen berpenghasilan tinggi dan sensitif terhadap harga.                                                                                                                                                                    Didalam distribusi pendapatan, ada empat jenis struktur negara industri, yaitu:
      Perekonomian subsistem (sedikit peluang bagi pemasar)
      Perekonomian pengekspor bahan mentah
      Perekonomian industri
      Perekonomian industri baru
Pemasar sering membedakan negara dengan menggunakan lima pola distribusi pendapatan yang berbeda, yaitu:
      Pendapatan sangat rendah
      Hampir semuanya berpendapatan rendah
      Pendapatan sangat rendah, sangat tinggi
      Pendapatan rendah, menengah, dan tinggi
      Hampir semuanya berpendapatan menengah

Lingkungan Sosial Budaya
Masyarakat membentuk kepercayaan, nilai, dan norma yang menggambarkan sebagian besar selera dan preferensi konsumen. Masyarakat menyerap, secara hampir tidak sadar, pandangan dunia yang mendefinisikan hubungan mereka bagi diri sendiri, orang lain, organisasi, masyarakat, alam, dan alam semesta. Karakterisik budaya lain yang menarik minat pemasar adalah determinasi nilai budaya inti dan keberadaan subbudaya.
Didalam keteguhan nilai budaya inti yang tinggi, keyakinan dan nilai inti diajarkan dari orangtua ke anak-anaknya dan diperkuat oleh institusi sekolah, bisnis, dan pemerintah. Keyakinan dan nilai sekunder lebih terbuka terhadap perubahan. Pemasar mempunyai peluang untuk mengubah nilai sekunder, tetapi hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk mengubah nilai inti.
Didalam keberadaan subbudaya, setiap masyarakat mengandung subbudaya (subculture, kelompok yang berbagi nilai, kepercayaan, preferensi, dan perilaku yang timbul dari pengalaman atau keadaan khusus dalam hidup mereka. Terkadang perusahaan mendapatkan imbalan tak terduga dalam membidik subbudaya. Pemasar selalu menyukai para remaja karena mereka merupakan penentu tren masyarakat dalam hal mode, musik, hiburan, ide, dan sikap. Mereka akan mempertahankan orang tersebut sebagai pelanggan dalam jenjang kehidupannya kemudian hari.

Lingkungan Alam
Kerusakan lingkungan alam merupakan salah satu permasalahan global yang utama. Konsumen sering tampak berkonflik dengan lingkungan alam. Meningkatnya jumlah produk ramah lingkungan yang dibeli menyebabkan terganggunya kebiasaan loyalitas konsumen, serta perubahan sikap konsumen terhadap peran yang mereka mainkan dalam perlindungan lingkungan.
Environmentalisme korporat adalah pengakuan akan pentingnya masalah lingkungan yang dihadapi perusahaan dan pengintegrasian masalah-masalah itu kedalam rencana strategis perusahaan. Pemasar yang mempraktikan paham lingkungan korporat ini harus menyadari berbagai ancaman dan peluang yang berhubungan dengan empat tren utama di lingkungan alam, yaitu:
      Kelangkaan bahan mentah, terutama air
      Peningkatan biaya energi;
      Peningkatan tingkat polusi
      Perubahann peran pemerintah.

Lingkungan Teknologi
Salah satu kekuatan paling dramatis yang membentuk kehidupan manusia adalah teknologi. Semua teknologi baru adalah kekuatan “penghancuran kreatif.” Tingkat pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh berapa banyak teknologi baru utama yang ditemukan. Sejumlah teknologi utama dan baru yang hadir mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, penemuan teknologi tidak timbul secara konsisten sepanjang waktu. Teknologi baru juga menciptakan konsekuensi jangka panjang yang besar dan tidak selalu dapat diperkirakan. Pemasar harus mengamati empat tren teknologi berikut ini:
      Kecepatan perubahan yang semakin tinggi
      Peluang inovasi yang tak terbatas
      Anggaran R&D yang beragam
      Semakin banyaknya peraturan mengenai perubahan teknologi

Lingkungan Politik-Hukum
Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan politik dan hukum. Lingkungan politik dan hukum terdiri dari badan hukum, badan pemerintah, dan kelompok LSM yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan perorangan. Dua tren utama dalam lingkungan polotik-hukum adalah meningkatnya peraturan bisnis dan bertumbuhnya kelompok dengan kepentingan tertentu.
Didalam peningkatan peraturan bisnis, peraturan binis mempunyai empat tujuan utama, yaitu:
      Melindungi perusahaan dari persaingan yang tidak sehat
      Melindungi konsumen dari praktik bisnis yang tidak jujur
      Melindungi kepentingan masyarakat dari perilaku bisnis yang tidak terkendali
      Mengenakan biaya sosial yang tercipta akibat proses produk atauu produki pada bisnis
Peraturan yang mempengarui bisnis terus meningkat sepanjang tahun. Perusahaan umumnya menetapkan prosedur tinjauan hukum dan menyebarkan standar etika untuk memandu manajer pemasaran mereka, dan ketika semakin banyak bisnis terjadi di dunia maya, pemasar harus menetapkan parameter baru untuk menjalankan bisnis elektronik secara etis.
Didalam pertumbuhan kelompok kepentingan khusus, banyak perusahaan telah membentuk departemen permasalahan publik (public affair) untuk menghadapi kelompok dan masalah-masalah ini. Kekuatan penting yan mempengaruhi bisnis adalah gerakan konsumeris (consumerist movement) adalah suatu gerakan warga negara dan pemerintah yang terorganisasi untuk memperkuat hak dan kekuatan pembeli dalam hubungannya dengan penjual. Konsumeris telah memenangkan hak untuk mengetahui biaya bunga sebenarnya dari suatu pinjaman, biaya per uni standar merek yang bersaing yang sebenarnya (penentuan harga unit), bahan dasar dalam sebuah produk, kualitas nutrisi makanan, kesegaran produk, dan manfaat produk yang sebenarnya. Perusahaan yang bijak memiliki departemen hubungan konsumen untuk membantu merumuskan kebijakan dan menyelesaikan serta merespons keluhan konsumen.
Kehadiran undang-undang yang baru dan semakin banyaknya jumlah LSM akan memberikan lebih banyak batasan kepada pemasar. Pemasar harus menjelaskan rencana mereka melalui departemen hukum, hubungan masyarakat, permasalahan publik, dan departemen hubungan pelanggan perusahaan.




BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
1.       Untuk melaksanakan tanggungjawab analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian mereka, manajer pemasaran memerlukan sistem informasi pemasaran (MIS). Peran MIS adalah menilai kebutuhan informasi manajer, mengembangkan informasi yang dibutuhkan, dan mendisribusikan informasi tersebut secara tepat waktu.
2.       MIS mempunyai tiga komponen: (a) sistem pencatatan internal, yang meliputi informasi tentang siklus pesanan sampai pembayaran dan sistem informasi penjualan; (b) sistem intelijen pemasaran, kumpulan prosedur dan sumber daya yang digunakan oleh manajer untuk mendapatkan informasi setiap hari tentang perkembangan penting dalam lingkungan pemasaran; (c) sistem riset pemasaran yang memungkinkan desain sistematis, pengumpulan, analisis dan pelaporan data dan temuan yang relevan terhadap situasi pemasaran tertentu.
3.       Pemasaran menemukan baynyak peluang dengan mengidentifikasi tren (arah atau urutan kejadian yang mempunyai momentum dan bertahan cukup lama) dan megatren (perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi utama yang mempunyai pengaruh bertahan sangat lama).
4.       Dalam gambaran global yang cepat berubah, pemasar harus mengamati enam kekuatan lingkungan yang utama: demografis, ekonomi, sosial-budaya, alam, teknologi, dan politik-hukum.
5.       Dalam lingkungan demografis, pemasar harus menyadari pertumbuhan populasi di seluruh dunia; perubahan bauran usia, komposisi etnis, dan tingkat pendidikan; munculnya keluarga nontradisional; dan perubahan geografis yang besar dalam populasi.
6.       Di bidang ekonomi, pemasar harus berfokus pada distribusi pendapatan dan tingkat tabungan, utang, dan ketersediaan kredit.
7.       Di bidang sosial-budaya, pemasar harus memahami pandangan orang tentang diri mereka sendiri, orang lain, organisasi, masyarakat, alam, dan alam semesta. Mereka harus memasarkan produk yang berhubungan dengan nilai inti dan nilai sekunder masyarakat dan menghantarkan kebutuhan berbagai subbudaya dalam masyarakat.
8.       Di lingkungan alam, pemasar harus menyadari peningkatan kekhawatiran masyarakat tentang kesehatan lingkungan. Kini banyak pemasar yang menerapkan program pemasaran pelestarian dan hijau yang memberikan solusi lingkungan yang lebih baik sebagai hasilnya.
9.       Di bidang teknologi, pemasar harus memperhitungkan tingkat perubahan teknologi yang semakin pesat, peluang inovasi, anggaran R&D yang beragam, dan semakin banyaknya peraturan pemerintah yang dibawa oleh perubahan teknologi.
10.    Dalam lingkungan politik-hukum, pemasar harus bekerja dalam banyak hukum yang mengatur praktik bisnis dan bekerja sama dengan berbagai kelompok kepertingan khusus.

3.2  Saran
Bagi perusahaan yang telah memenuhi standar kelayakan untuk usaha, setidaknya dapat memberikan asumsi yang berbeda bagi pihak-pihak intern maupun ekstern dalam mengelola dan menyajikan informasi pemasaran yang akurat dan mampu dipertanggungjawabkan.




DAFTAR PUSTAKA

Kevin Lane Keller, Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, edisi ketiga belas jilid satu,Jakarta: Erlangga, 2008.
Ball D, dkk, International Business. Jakarta: Salemba Empat, 2007 

http://mulyajho.blogspot.com/2012/08/materi-sistem-informasi-pemasaran.html

Tidak ada komentar: